Tips Bertahan Usaha Laundry Di Tengah Pandemi Covid-19


Gambar: hips.hearstapps.com

Pandemi COVID-19 telah merubah pola kebiasan manusia saat ini. Hingga akhir April 2020 tren penyebarannya di Indonesia belum menurun, masih terus merangkak naik. Apalagi saat ini sudah bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri dimana sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia menjalankan ritual mudik atau pulang kampung.

Pemerintah telah melarang keras aktivitas tersebut karena dapat menyulut penyebaran yang tidak terkendali. Oleh karena itu, bijak-bijaklah kita untuk tetap di rumah dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Sudah banyak cerita dampak pandemi COVID-19 secara ekonomi. Pekerja di rumahkan, diliburkan, dan bekerja di rumah, hingga diberhentikan. Seluruh sektor ekonomi kena imbasnya.

Nah, saat ini bagaimana membaca peluang dan bertahan terhadap usaha laundry kita. Selalu ada jalan saat mengalami kesulitan bagi yang berusaha dan berjuang.

Banyaknya orang yang dirumahkan atau bekerja di rumah, memberikan peluang bertambahnya, baik pelangan baru maupun kapasitas yang cucian yang biasa menggunakan jasa laundry. Berikut ini beberapa tips untuk bertahan dan meningkatkan omzet di masa pandemi COVID-19 saat ini.

1. Tingkatkan promosi dan cari pelanggan baru.

Bagi usaha laundry rumahan tentunya tidak terlalu terdampak saat ini, terutama yang memiliki pelanggan di dominasi oleh pelanggan rumahan atau rumah tangga. Nah, pagi usaha laundry dengan pelanggan perusahaan atau perkantoran tentunya terdampak, diliburkannya usaha perusahaan dan perkantoran tentunya libur juga mereka mencucikan jasa laundrynya.

Giat promo melalui media sosial seperti facebook, twitter, telegram channel, grup whatsapp, youtube, dan lain sebagainya. Maksimalkan penggunaan internet. Ciptakan hubungan yang spesial dan pribadi kepada pelanggan lama dan membangun hubungan baru kepada pelanggan baru dapat menciptakan loyalitas pelanggan.

Saat ini, dengan banyaknya orang bekerja di rumah, sehari-hari mereka tidak akan lepas dengan smartphone, manfaatkan kebiasaan ini dengan terus bersentuhan dengan mereka. Ciptakan suasana hangat dan bersahabat sehingga pelanggan tetap memanfaatkan jasa laundry kita.

Jangan lupa untuk memberikan potongan harga atau diskon, baik kepada pelanggan lama maupun baru. Misal, cuci 5 kilogram gratis 1 kilogram. Mencuci 5 kali dengan total cucian hingga 30 kilogram gratis mencuci 5 kilogram, dan masih banyak cara lain untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

2. Terapkan cara dan metode baru.

Sekarang serba daring (online). Orang lebih banyak berdiam diri di rumah dan malas ke luar rumah. Patuh terhadap saran untuk di rumah saja dan tentunya takut tertular COVID-19.

Oleh karena itu, bangun kepercayaan konsumen bahwa usaha laundry kita memperhatikan standar pembatasan sosial dan standar protokol kesehatan dalam penyebaran virus tersebut. Misal, pertama, setiap pakaian atau cucian yang datang sudah dipisahkan dan dibungkus dengan plastik oleh konsumen sendiri sehingga saat datang ke tempat laundry tidak akan banyak orang yang menyentuhnya. Termasuk sudah dipisahkan antara pakaian berwarna dan tidak berwarna untuk menghindari kelunturan. 

Kedua, memastikan kepada konsumen bahwa tahapan pecucian dapat mematikan virus. Seperti penggunaan high consentrate pada deterjen, dicuci dengan air hangat, pengeringan di suhu 70 derajat, dan proses sertrika uap yang panasnya 80 derajat.

Ketiga, seluruh petugas/karyawan atau orang yang terlibat di tempat laundry menggunakan masker dan selalu mencuci tanggannya. Memastikan kepada konsumen selalu melakukan sterilisasi tempat usaha secara rutin, termasuk pada mesin cuci dan pengering.

Keempat, memastikan seluruh proses laundry yang dilakukan selalu terpisah antar konsumennya hingga tahap finishing dan dikemas/selesainya.

Kelima, antar jemput laundry ke masing-masing konsumen. Sistem antar jemput bisa diterapkan berbayar atau gratis sebagai lambang kepuasan konsumen. Layanan gratis antar jemput dapat dibuat kriteria tertentu seperti jarak antar jemput, nominal atau besaran jasa laundry, dan lain sebagainya. Sedangkan berbayar dapat saja bekerjasama dengan transportasi daring seperti gojek atau grab.

Untuk memastikan cara dan metode baru di atas, bisa saja dibuat video singkat untuk dapat dibagikan kepada konsumen bagaimana kita melakukan standar protokol kesehatan di masa pandemi ini.

Simpulannya adalah, ciptakan inovasi terus menerus untuk mempertahankan konsumen dan ciptakan konsumen baru. Semoga badai pandemi ini cepat berlalu dan kita selalu diberikan kesehatan lahir dan bathin. Terima kasih.

0 komentar:

Post a Comment