Tips Mencuci Bahan Renda

Semua hiasan renda memerlukan penanganan yang ekstra hati-hati karena sifatnya yang mudah rusak, baik yang menyangkut design, ukuran bentuk, ketahanan warna dan sebagainya. Apalagi jika ditambah dengan beberapa ornament. Pada prinsipnya semua jenis cucian renda lebih aman jika dicuci tangan. Jika harus mempergunakan mesin cuci, sebaiknya cucian tersebut dimasukkan kedalam kantung jaring cuci (washing net) agar tidak mengalami hal-hal yang tidak diharapkan. Pelatihan yang profesional tentang pemeliharaan dan perawatan pakaian berenda sebaiknya perlu diikuti.
 
Pendahuluan
Renda sudah dikenal luas dalam berbagai ragam bentuk dan cara pembuatannya. Ada beberapa perbedaan pendapat yang terkait dengan batasan pengertian renda. Namun kita semua setuju bahwa renda adalah hiasan diatas suatu kain dengan pola rancangan yang rumit.

Renda dibuat dengan tangan ataupun dengan mesin jahit. Renda jahit tangan dibuat dengan memakai jarum jahit khusus, memakai semacam kumparan atau bantalan, jarum sulam atau tisik. Sedangkan renda jahit mesin dibuat dengan mesin khusus yang memang hanya untuk merenda. Beberapa mesin renda bekerja dengan cara menggabungkan kawat kumparan tipis, sehingga dapat dililitkan diantara lengkungan benang-benang dan dilingkarkan mengelilingi benang-benang tersebut sebelum pindah kebaris selanjutnya.

Benang yang dipakai untuk merenda umumnya lebih kuat dan ketat belitan serat benangnya dibandingkan dengan jenis benang lainnya. Jika dipadukan dengan jenis serat sintetis buatan manusia seperti nylon dengan daya lekatnya yang kuat, maka daya tahan benang renda tentu lebih bagus lagi. Kualitas renda ditentukan oleh keaslian benang, kepekatan konstruksi pintalan benang dalam tiap inci persegi dan kerumitan bentuk polanya. Sedangkan jenis pola renda ada yang dinamai berdasarkan nama kota asal pertama kali pola itu diperkenalkan ( Alencon, Battenburg, Chantily, Cluny dan Venise), dan ada yang dinamai berdasarkan teknis pembuatannya (Crochet, Bobbin, Tatting, Schiffli).
 
Permasalahan Khusus
Kain renda atau hiasan pinggiran kain, tergantung pada jenis serat benang yang terkandung didalamnya, proses pemberian warna, kualitas benang dan aplikasinya tehadap pakaian yang dibuat, dapat menimbulkan beberapa masalah.

Renda yang dibuat dari benang katun memerlukan beberapa prosedur persyaratan berbeda dibanding renda yang terbuat dari serat nylon. Jenis renda katun akan dapat lebih banyak menyerap air sehingga jika ada noda, maka noda tersebut akan agak sulit dihilangkan dibandingkan dengan renda nylon yang memang tidak menyerap air. Renda rayon akan kehilangan kelenturannya ketika dalam kondisi basah. Jika ada noda, maka harus dispotting yang kuat. Konsultasikan terlebih dulu setiap label instruksi pencuciannya dengan atasan atau yang dianggap senior.

Bagaimana dan kapan warna renda bermasalah. Beberapa jenis renda pada pakaian pengantin atau pakaian malam diberi zat pewarna oleh penjahit atau perancang mode pada warna-warna off-white. Jenis pewarnaan semacam ini akan mudah luntur saat kena solvent dalam pencucian drycleaning, sehingga bisa menyebabkan semua warnanya hilang setelah selesai dicuci. Pada beberapa jenis pakaian malam dan pakaian pengantin, renda-rendanya sering kali mudah luntur terkena solvent, dan setelah selesai dicuci salah satu warnanya akan melunturi bagian warna yang lain, mungkin warnanya memudar atau hilang.

Renda-renda dari katun, rayon atau sutera yang terdapat pada pakaian lama, makin lama warnanya akan kekuning-kuningan atau kecoklat-coklatan dan rapuh, yang menunjukkan telah terjadi oksidasi. Kanji dengan ukuran tertentu yang diberikan pada renda, lama kelamaan juga dapat memperburuk dan menyebabkan renda menjadi kekuning-kuningan atau kecoklat-coklatan.

Benang yang telah cacat (lecet/ tergores) yang digunakan untuk merenda akan menjadikan renda mudah rusak. Beberapa hal yang menentukan kekuatan renda adalah jenis serat benang, jumlah simpul pada benang dan kualitas benang itu sendiri.

Pintalan benang renda dapat terbuka pada sepanjang pinggir kain yang direnda. Karena sambungan pintalan benangnya sudah dipotong dari produsennya, maka ada kecenderungan pintalan mudah terlepas, tergantung dari seberapa kuat proses akhir dasar pinggiran kain renda tersebut dikerjakan.

Cara yang digunakan untuk merenda pada suatu pakaian, amat menentukan dan mempunyai peran yang kuat sampai pada tingkat proses pencuciannya. Beberapa renda hanya ditempelkan saja pada pakaian, sehingga akan terlepas dalam proses pencucian drycleaning karena terkena solvent. Ada jenis renda yang lain, yaitu berupa garis hiasan yang diberi motif dengan cara disetik jahitan tangan, sehingga menjadikannya lebih aman dan tidak mudah rusak.
 
Inspeksi Penerimaan Cucian di Counter Laundry
Setiap melakukan inspeksi kecounter-counter hendaknya juga memeriksa penerimaan cucian berenda yang kotor, terutama pada bagian-bagian lingkar leher, pinggiran resleting (ruitsluiting), siku, sambungan-sambungan jahitan dan pelipit bagian ketiak yang mudah terlepas atau rusak.

Periksa beberapa jenis renda pakaian yang berbeda-beda warnanya atau kandungan serat benangnya. Konsumen harus diingatkan bahwa beberapa jenis renda kemungkinan mempunyai daya reaksi yang berbeda pada saat dicuci. Demikian juga jika ada renda yang diberi warna celupan yang disesuaikan dengan asal warna kain, agar diingatkan kemungkinan warnanya akan luntur atau berubah.

Periksa dengan ekstra hati-hati jika ada pakaian yang dianggap amat bernilai oleh pemiliknya (dianggap sebagai semacam pusaka), terutama pada bagian-bagian yang sudah rapuh, bernoda atau rendanya telah menguning. Catat setiap noda yang mungkin akan sulit dihilangkan. Buat pemberitahuan tentang kondisi pakaian itu dengan jelas dan lengkap setelah diproses cuci.

Periksa korset yang berenda dan pastikan renda dibagian lehernya telah selesai dikerjakan dengan benar. Pastikan dengan baik dan aman agar tidak ada bagian renda yang kusut, terjurai ataupun yang hanya dilekatkan dengan lem. Jika hanya direkatkan dengan lem maka renda tersebut kemungkinan akan terlepas ketika dicuci.
 
Proses Spotting
Hati-hati ketika melakukan pekerjaan spotting pada renda pakaian, dan hindari jangan sampai pinggirannya rusak atau menjadi kasar. Jika harus memakai penyemprot uap (steam gun), lakukan dalam jarak antara 6 – 8 inch (antara 15 cm – 20 cm) diatas pakaian guna menghindari terjadinya kerusakan karena tekanan uap steam yang kuat.

Jika nodanya perlu harus dipukul-pukul dulu (tamp), maka bulu sikat harus dibungkus dulu dengan kain katun tipis dan cara memukul-mukulnya harus lembut, tidak boleh keras-keras.
Periksa label instruksi, untuk mengetahui jenis serat benang pakaian, agar ketika memakai obat spotting tidak salah dan aman, tidak merusak bahan.

Ada beberapa renda yang bersifat tidak tahan terhadap asam atau basa, karena (kemungkinan) warnanya akan luntur pada waktu dispotting. Jika terjadi kelunturan warna kuning atau hijau setelah terkena obat penghilang noda yang bersifat basa, maka segera netralkan dengan obat penghilang noda yang bersifat asam lembut (bukan bersifat asam kuat). Jika terjadi perubahan warna karena pemakaian acid, segera netralkan dengan obat penghilang noda yang bersifat basa lembut.

Jangan lupa selalu bilas, peras dan keringkan semua bagian pakaian yang telah dispotting untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebelum melakukan spotting pada pakaian yang berenda, hendaknya semua ruitsluiting harus ditutup dan bungkus setiap cantolan (jika ada – umumnya terdapat pada gordijn) untuk menghindari rendanya sobek. Kancing-kancing yang diperkirakan akan menyangkut atau merobekkan renda, sebaiknya dilepas dulu sebelum dicuci. Balik bagian dalam pakaian menjadi dibagian luar atau masukkan kedalam washing net. Cucilah dengan program yang singkat, cukup 1 – 3 menit, jangan terlalu basah (untuk menjaga agar ukurannya tidak berubah).

Kain berenda halus harus digantung (diangin-angin) sampai kering didalam ruang pengering untuk menghindari gerakan mekanis yang terlalu kuat yang mungkin dapat menyebabkan rusak.
Proses Wet Cleaning

Beberapa renda bisa menyusut, berubah warna, terlepas-lepas atau berubah bentuk dan ukurannya karena dicuci air. Ikuti petunjuk cara pemakaian peralatan dan mesin wetclean yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya.

Jika mencuci dengan memakai ember besar, aduk-aduk lembut dengan tangan cucian dalam air hangat yang telah diberi deterjen sintetis yang netral. Pemutih beroksidasi semacam hydrogen perokside dapat digunakan untuk memutihkan kain renda yang warnanya kekuningan. Untuk merendam cucian, tambahkan 2 ons hydrogen perokside pergalon air dan aduk-aduk selama 4 – 5 menit sampai warna putih yang dikehendaki tercapai. Segera bilas, kemudian peras dan gantung sampai kering.

Gunakan pita yang diikatkan pada paku untuk menjemur setinggi batas pinggang skirt panjang, agar dapat membantu mengangkat beratnya. Cara ini akan mengurangi beban tekanan dibagian pundak atau bagian renda pada jenis dress. Perhatikan bagian lain yang lemah sehingga bagian pakaian yang berat karena basah tidak menekan bagian pakaian yang berenda.
Proses Finishing

Hati-hati jika menyeterika pakaian yang ada hiasan rendanya. Bagian renda yang memang desainnya meninggi jangan ditekan rata. Jika ada bagian yang harus ditekan, gunakan kain faced flannel rangkap 2, atau gunakan permukaan bantalan mesin press. Lakukan juga penyeterikaan pada bagian sebaliknya.

Beberapa renda jaring yang digunakan pada pakaian pengantin dan pakaian malam dapat hilang kesegarannya walaupun diberi sedikit pelembab. Renda jenis ini harus diseterika listrik (bukan seterika uap).
Jika perekat rendanya hilang dalam proses pencucian, dapat ditempelkan kembali dengan disemprot air atau diseterika tangan listrik bersuhu hangat dialasi kertas lilin yang ditaruh diatas renda. Jika terlalu banyak perekat yang dipakai, renda jadi rusak.

Problem susut hingga rendanya terlepas sering kali terjadi karena diseterika uap. Namun kelalaian ini dapat diatasi dengan menempelkan kembali renda yang terlepas tersebut, kemudian diseterika dengan hati-hati sesuai ukurannya.
 
Kesimpulan
Kain renda dan hiasan renda pada pakaian memang memerlukan penanganan khusus. Perhatian khusus diperlukan pula pada setiap aspek pencuciannya. Renda-renda amat mudah luntur, berubah warna dan mudah rusak karena aksi mekanis mesin cuci. Oleh karena itu perlu selalu berhati-hati agar keindahannya tetap terjaga.

Pelatihan yang profesional perihal pemeliharaan dan perawatan renda, perlu diikuti agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan yang merugikan semua pihak dikemudian hari.

Sumber: mesinlaundry.com

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...