Permasalahan Gesper (Ikat Pinggang)

Gesper yang terbuat dari kulit apalagi yang kemudian dilapisi kain hendaknya jangan dibiarkan sampai terlalu kotor baru dicuci. Demikian juga syal dan kerudung. Sebaiknya dicuci oleh orang yang sudah pernah mengikuti pelatihan intensif, agar dicapai hasil yang profesional.
 
Pendahuluan
Kini, gesper dibuat dari berbagai macam bahan, antara lain kulit luar, kulit bagian dalam, pita, kulit tiruan dari plastik, bahan elastis, bahan anyaman, rantai logam atau untaian logam, untaian kayu, lonjoran plastik, dan sedotan plastik. Beberapa gesper juga ada yang terbuat dari bahan tekstil. Gesper juga bisa dibuat dari bahan kayu, kulit luar, logam, plastik, atau logam yang dibungkus bahan tekstil.

Bahan yang dibuat menjadi gesper bisa dengan cara dilem atau dijahit agar menjadi kaku. Gesper yang dibuat dengan cara dijahit, akan lebih tahan lama, namun biayanya menjadi sedikit lebih mahal jika dibanding dengan gesper yang dibuat dengan cara dilem. Beberapa jenis gesper juga ada yang terbuat dari kulit bagian dalam yang sederhana, yang sudah diproses atau yang dikombinasikan dengan kulit lain sebagai lapisan dalamnya.
 
Permasalahan Khusus
 
Penyeterikaan
Kain yang melapisi gesper yang menyentuh pakaian bisa jadi menimbulkan masalah ketika membersihkannya dari kotor/ noda. Sebagaimana pakaian, ada sejumlah komponen dan konstruksi detil yang dapat menimbulkan masalah pada saat pencuciannya. Beberapa komponen bisa jadi menyulitkan jika ada yang harus dikurangi supaya lebih nyaman. Banyak konsumen yang telah mendapat kesan yang salah tentang cara yang aman yang dapat direkomendasikan dalam hal pengaruh gesper terhadap pakaian dan pencuciannya dengan cara drycleaning. Ada beberapa masalah khusus yang sering terjadi :

Susut Jika dicuci air, maka ada komponen kulit gesper yang sering kali menjadi susut atau tertarik keatas, sehingga membuatnya tidak mungkin bisa diseterika secara rata mendatar. Bagian yang menyusut sering kali adalah yang disisi bagian belakang atau bagian sambungan, sehingga menjadikannya tertarik keatas.

Mengeras. Jika pakaiannya direkomendasi harus dicuci drycleaning dan lapisan ikat pinggangnya terbuat dari vinyl atau kombinasinya, maka vinyl tersebut akan menjadi kaku atau keras. Beberapa jenis vinyl dapat dicuci dryclean dengan berbagai macam jenis solvent, petroleum atau hanya fluorocarbon, sementara ada juga jenis vinyl yang sama sekali tidak bisa dicuci dryclean.

Penyesuaian Warna. Warna bahan cenderung akan memudar jika pakaian sering dicuci baik secara laundry maupun drycleaning. Sebaiknya jangan dicuci, agar warnanya tahan lama. Bila sudah berubah warna, maka sering kali kemudian menjadi tidak sesuai dengan warna pakaian.

Noda Perekat/Lem. Para pembuat ikat gesper biasanya menggunakan perekat atau lem. Perekat yang digunakan sering kali tidak tahan terhadap solvent ataupun air, bahkan ada zat perekat atau lem yang meleleh sampai disisi luar ikat pinggang, karena memang berupa gesper lama dan karena suhu udara yang tinggi. Noda zat perekat atau lem ini sering kali tidak bisa dihilangkan. Jika nampak ada noda zat perekat yang muncul setelah pakaian dicuci, segera lap dengan obat penghilang noda jenis volatile dry solvent (VDS) menggunakan busa, kemudian keringkan segera.

Timang gesper. Terbuat dari logam, tapi ada juga yang kemudian dilapisi kain, plastik, kayu, kulit atau dilapisi pernis. Zat perekat yang digunakan kebanyakan tidak tahan terhadap air atau solvent. Jika lembab, maka logam timang akan berkarat sehingga menyebabkan noda pada sisi-sisi luarnya. Timang plastik umumnya dibuat dari polystyrene yang tentu tidak tahan (mudah hancur) jika terkena percloroethylene (minyak drycleaning). Lebih aman jika dicuci dengan fluorocarbon. Timang yang diberi lapisan pernis tidak tahan terhadap solvent dan akan terkelupas jika sering dipakai atau jika dikeringkan dalam mesin pengering. Demikian juga timang yang terbuat dari kayu ataupun kulit disarankan sebaiknya jangan dicuci dengan solvent ataupun air.

Syal dan Kerudung. Beberapa syal atau kerudung ada yang diberi sentuhan lukisan tangan atau diberi sulaman yang dapat menimbulkan masalah karena lukisannya bisa hilang atau luntur. Kerudung yang pinggirnya diberi hiasan rumbai-rumbai panjang, bisa kusut jika tidak ditangani dengan benar

Sarung tangan. Daya tahan dan ketahanan bentuk sarung tangan amat tergantung pada cara pemakaian dan konstruksinya. Beberapa sarung tangan yang terbuat dari bahan kulit dibuat dapat dicuci air.
 
Untuk Petugas Counter
Gesper. Setiap menerima pakaian yang ada gespernya, maka harus diperiksa dengan teliti kondisi gespernya apakah sudah ada noda atau kondisinya sangat kotor. Beritahukan kepada pelanggan dan beri catatan khusus pada bon/bill-nya. Jelaskan bahwa kemungkinan gespernya yang sangat kotor itu tidak bisa dibersihkan dengan memuaskan. Jelaskan pula bahwa gesper yang diberi lapisan kain juga tidak dapat dibersihkan dengan memuaskan karena dikhawatirkan justru akan merusakkannya (warnanya memudar setelah dicuci).

Syal dan Kerudung. Periksa dengan teliti apakah ada noda atau ada bagian yang rusak. Catat setiap noda ataupun kerusakannya pada bon/billnya. Ada juga syal atau kerudung yang sangat mahal harganya sehingga harus ditangani dengan sangat hati-hatinya. Jangan lupa beritahukan kepada pelanggan, agar selalu memperhatikan label instruksi serta cara pemakaiannya dengan benar.

Sarung tangan. Periksa sarung tangan dengan teliti, apakah ada noda-noda, noda minyak dan apakah ada bagian yang sobek. Catatlah semua permasalahan tersebut pada bon/ bill-nya. Tanyakan kepada pelanggan apakah ada ketentuan cara pencuciannya pada waktu pembelian sarung tangan tersebut.
 
Membersihkan noda dan Mencuci
Gesper. Membersihkan noda-noda pada gesper kulit perlu harus dikerjakan oleh tenaga yang profesional dibidang kulit. Tergantung dari konstruksinya, jenis kulitnya, penanganan akhirnya, kondisinya serta jenis nodanya, karena mungkin justru ikat pinggangnya rusak, jika nodanya dipaksa harus hilang. Noda kecil pada kain yang melapisi ikat pinggang bisa jadi mudah dihilangkan setelah melalui percobaan. Namun jika ikat pinggangnya sangat kotor, maka sebaiknya dibersihkan secara bertahap sampai bersih seluruhnya. Sebaiknya hal itu dilakukan setelah ada persetujuan dari pelanggan. Bersihkan hanya dengan cara cuci tangan. Jika harus dicuci drycleaning, lap dengan kain bersih yang sudah diberi volatile dry solvent (VDS). Sebaiknya dilakukan diruangan yang berventilasi cukup, dan petugasnya harus memakai sarung tangan dan masker. Noda-noda yang dapat dihilangkan dengan air harus segera dibilas dengan semprotan uap dan gunakan penghilang noda yang tepat, kemudian tutul-tutul dengan handuk putih yang bersih agar semua noda dan obat pembersihnya terserap, kemudian bilas dan keringkan dengan disemprot-semprot angin. Ada beberapa jenis kain pembungkus ikat gesper yang tidak dapat dicuci dalam mesin.

Syal dan Kerudung. Karena umumnya bermotif hasil cetak tangan, lukisan tangan atau border (sulaman), maka cara penghilangan nodanya harus dilakukan ekstra hati-hati dengan mempertimbangkan akibat-akibat negatifnya yang mungkin akan terjadi. Jika nodanya berasal dari zat cair dan disebabkan kelunturan warna lain, maka sebaiknya jangan langsung dilakukan spotting. Test dulu ketahanan warnanya dengan obat-obat penghilang noda yang dipakai. Kemungkinan lebih aman dicuci secara dryclean atau wetclean. Lakukan test dengan membasahi solvent pada area tertentu, kemudian tutul-tutul dengan kertas tissue atau handuk putih, sebelum melakukan pencucian drycleaning. Dan lakukan test ketahanan warna dengan meneteskan air dan deterjen netral pada bagian tertentu dengan prosedur yang sama, sebelum melakukan pencucian wetcleaning. Pastikan bahwa setiap warna sudah diketahui ketahanannya. Beberapa syal dan kerudung ada yang diberi label instruksi cara pencuciannya walaupun sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Ikuti label instruksi yang ada tersebut. Jika pinggiran syalnya tebal dan dikhawatirkan kusut atau rusak, sebaiknya syal tersebut dimasukkan kedalam kantung jaring pencucian atau dimasukkan kedalam kantung kain yang dijahit pinggirannya.

Sarung tangan. Sarung tangan kulit sama sekali tidak boleh diroll. Sarung tangan kulit harus sering dicuci bersih sebelum terlalu kotor. Pastikan bahwa sarung tangan yang dibeli adalah jenis yang dapat dicuci air ataupun dryclean. Ini penting karena biasanya sarung tangan kulit yang pada label instruksinya ditulis harus dicuci dryclean, maka ternyata sarung tangan tersebut tidak pernah dicuci. Disarankan oleh pabrik pembuatnya sarung tangan kulit dapat dicuci dengan air hangat atau air dingin, sabun lembut, yang harus diganti sampai sarung tangan tersebut bersih. Sarung tangan yang dibuat dari kulit lembut, kulit rusa betina atau kulit kambing dapat dicuci tangan dan dibilas dengan sabun bersih. Semua jenis sarung tangan yang terbuat dari kulit dapat dicuci tangan sampai bersih dan harus dibilas dengan air hangat yang bersih.

Sarung tangan yang basah tidak boleh diperas, tidak boleh dikeringkan dengan cara digantung dekat sumber panas atau dijemur dibawah sinar terik sinar matahari, Cara terbaik untuk menghilangkan bagian yang terlalu lembab adalah menyerapnya dengan handuk, dan taruh dihanduk tersebut sampai kering dalam ruangan yang tempat didalam ruangan yang bersuhu sedang/ moderat. Jika sudah kering maka lembutkan dengan cara menggosok-gosokannya diantara jari-jari tangan yang basah, kemudian dicoba-gosokkan pada telapak tangan untuk mengetahui apakah sudah kering dan lembut atau belum. Rajutan sarung tangan dan sarung tangan kain dapat dicuci dengan cara yang sama.
 
Tahap Akhir
Gesper. Jika gesper telah dicuci dan perlu diseterika, maka perhatikan bagian belakang atau kondisinya yang kemungkinan akan rusak jika terkena uap air. Atau mungkin juga ada bagian yang terbuat dari plastik atau vinyl yang tentu akan mudah rusak jika terkena panas.

Syal dan Kerudung. Jangan diseterika atau dilipat. Blok segi empat atau membujur kemudian lipatlah
 
Kesimpulan
Gesper.Saat ini banyak tekstil penutup gesper yang menimbulkan banyak masalah dalam hal pencuciannya, yang sering kali justru menimbulkan ketidak-puasan konsumen karena kekurang-pengertian yang tidak cukup memuaskan yang harus diberikan oleh petugas laundry. Akibatnya kemudian menimbulkan claim. Sebenarnya yang harus disalahkan adalah pabrik pembuat gesper tersebut, karena tidak mencantumkan label cara-cara pencuciannya, sehingga menyulitkan sipetugas laundry ketika harus mencucinya, karena ia harus membersihkan noda kotor dengan warna yang tidak boleh berubah. Tetapi memang secara internasional sampai dengan saat ini belum ketentuan yang mewajibkan produsen gesper untuk juga mencantumkan label cara pemeliharaan dan perawatannya.

Syal dan Kerudung. Harus ditangani dengan hati-hati dan jangan lupa selalu lakukan test ketahanan warnanya sebelum memroses cuci. Tekankan hal ini kepada setiap petugas laundry.

Sumber: mesinlaundry.com

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...