Permasalahan Benang Permadani

Kain yang terbuat dari benang ini terasa lembut, nampak mewah dan teksturnya mirip kain beludru seperti yang sering dipakai membuat sweater tetapi mudah rusak tergores, jika dicuci dengan mesin cuci maka perputaran mesin cucinya harus dikurangi.

Pakaian yang terbuat dari serat benang ini, dapat dicuci drycleaning maupun wetcleaning dengan dimasukkan kedalam kantung jarring cucian (washing net).

Jenis bahan ini sebaiknya diseterika dengan seterika tangan uap atau diseterika dengan mesin seterika uap (wool press). Sedangkan untuk menghilangkan noda-nodanya dapat digunakan spotting chemical yang dipakai juga dalam proses pencucian dryclean, termasuk solvent PCE atau perc (perchloroethylene), pyratex, bon go dsb. yang semua telah kami sediakan.
 
Benang Permadani (Chenille)
Benang permadani (chenille) amat terkait dengan struktur serat benang dan kain dari serat benang buatan manusia. Jenis serat benang yang terbaru mempunyai bulu-bulu halus membentuk semacam benjolan, mirip alat pembersih pipa. “ Chenille “ adalah istilah orang Perancis untuk mengganti sebutan ulat bulu. Serat benang permadani (chenille) dibuat dengan cara memotong jalinan serat benang supaya melengkung atau bergaris-garis memanjang. Pada bagian ujung yang ada belitan serat benang akan menjadi terlepas dan membentuk lingkaran. Benangnya bisa berasal dari jenis apapun kemudian dibuat konstruksi anyaman dan rajutan. Jika lapisan serat benang dipindahkan, maka bagian kain yang seperti jaring atau benang aslinya akan menjadi jelas terlihat.

Kain yang terbuat dari benang ini terasa lembut, nampak mewah dan teksturnya mirip kain beludru seperti yang sering dipakai membuat sweater. Baru-baru ini benang permadani (chenille) juga dipakai sebagai benang jahit disejumlah penjahit pakaian, seperti misalnya untuk menjahit jacket. Jenis benang ini juga digunakan untuk membuat hiasan pada bedspread dan perlengkapan rumah tangga lainnya. Oleh pabrik pembuat tekstil, benang permadani (chenille) juga sering digabungkan dengan satu atau beberapa jenis benang lainnya agar dapat dihasilkan desain sebagaimana yang dikehendaki.
 
Permasalahan
Jika benang permadani (chenille) digunakan untuk merajut secara langsung atau dengan melepas konstruksi jalinannya maka kain akan menjadi sangat terbatas kemampuan daya tahannya. Oleh karena adanya beberapa kelemahan benang permadani (chenille) yang mudah rusak tergores, jika dicuci dengan mesin cuci maka perputaran mesin cucinya harus dikurangi.

    Lapisan permukaan tonjolan hilang : tonjolan yang dibentuk oleh benang tidak tahan lama atau akan kembali menjadi benang lagi, oleh karenanya cenderung lebih baik hindari terjadinya gesekan atau jangan digosok permukaan kain pada saat dipakai. Kondisi ini seperti ini biasanya sering tampak pada bagian ketiak, bagian lingkar leher atau beberapa bagian lainnya. Hilangnya tonjolan tersebut juga bisa diakibatkan karena gesekan mekanis pada saat proses pencucian, sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan yang mudah terlihat setelah proses pencucian.
 
    Sobek/ berlobang : permukaan yang tidak beraturan, seperti tarikan cacing atau kainnya sobek adalah tanda bahwa konstruksi bahannya sudah tidak lagi terjalin rapat. Benang permadani yang sudah tidak bagus kondisinya cenderung akan akan merusak bahan. Kerusakannya mungkin memang karena umur bahan, akan tetapi akan menjadi semakin lebih parah lagi jika mengalami gesekan-gesekan dalam proses pencucian.

Inspeksi
Periksa setiap pakaian yang memakai benang permadani (chenille) dengan meratakan bulu-bulu halusnya, apakah ada lobang, sobek atau ada serat benangnya yang hilang pada bagian sambungan lengan, lekukan-lekukan bagian ujung pakaian, bagian bahu/ pundak, bagian siku dan pada beberapa bagian lain yang telah tergesek atau terkelupas karena dipakai. Catat setiap kelainan kondisi pakaian tersebut dan beritahukan segera kepada pemiliknya.
 
Menghilangkan Noda
Lakukan test terhadap ketahanan warnanya dengan kedua macam obat penghilang noda ( dryside dan wetside ) sebelum melakukan proses penghilangan nodanya. Beberapa serat benang mungkin harus diratakan dengan uap air ( steam ) atau obat penghilang noda jenis yang perlu pembasahan ( wetside agents ), selanjutnya periksa kelainan-kelainan yang terjadi dibanding dengan setelah dispotting.
 
Dry Cleaning
Jika cara jenis pelayanan dryclean ini memang disebutkan pada label instruksi penanganan pakaian tersebut. Pakaian-pakaian dengan serat chenille yang harus dicuci secara drycleaning harus dimasukkan kedalam jaring cuci ( washing net/ net bag).
 
Wet Cleaning
Jika direkomendasikan bahwa dapat dicuci drycleaning, maka ikuti petunjuknya. Jika ternyata setelah dicuci secara drycleaning tetapi warnanya luntur, lakukan proses pencucian sesuai jenis serat benangnya dengan program pencucian khusus.

Prosedur Pencucian Wetcleaning Yang Disarankan
Keadaan Cara
Suhu Air 27ºC – 30ºC
Proses Pencucian 5 – 10 menit dengan gerakan lembut
Pembilasan 2 – 4 menit dengan gerakan lembut
Pemerasan 3 menit – kecepatan tinggi
Pengeringan Letakkan mendatar atau keringkan dengan suhu sekitar 50ºC pada program “ moisture retention “


Jika diperlukan penyeterikaan, gunakan seterika tangan uap dengan tekanan rendah. Hindari tekanan langsung pada bahan jika sedang disemprot lembab dengan uap air, karena bagian kain yang menonjol akan menjadi rata permanen.

Sumber: mesinlaundry.com

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...