Hal Yang Menyebabkan Bisnis Laundry Anda Bangkrut

Bisnis laundry saat ini sedang menanjak popularitasnya, terbukti dari banyaknya kehadiran bisnis laundry kiloan, waralaba laundry, bisnis yang melayani laundry hotel dan penginapan, laundry kecil-kecilan, dan sebagainya. Hal ini karena perkembangan wilayah pemukiman yang menjadi akibat dari berkembangnya kesempatan kerja dan pusat-pusat karir sehingga banyak orang yang berdatangan ke suatu wilayah dan menetap. Kehadiran para pemukim ini kemudian membuka peluang bagi para pebisnis baru untuk membuka usaha laundry. Jenis usaha laundry yang paling populer tentu saja adalah laundry cuci yang digabung dengan laundry cuci kering alias Steam Cleaning, terutama karena banyak pelanggan usaha laundry adalah mahasiswa, penghuni kos atau pekerja sibuk yang sering tidak punya waktu untuk mencuci dan menyetrika. Akan tetapi, bukan hal yang aneh bila kita sering menemukan usaha laundry yang bangkrut setelah baru sekian bulan beroperasi dan tutup atau dijual kepada orang lain. Mengapa banyak pemilik usaha atau bisnis laundry yang bangkrut hanya beberapa saat setelah memulai bisnis yang katanya menjanjikan ini?

Ada beberapa hal yang bisa membuat sebuah bisnis laundry bangkrut dan hal itu bukan hanya dari marjin keuntungan saja; banyak bisnis laundry kecil yang walaupun memiliki marjin keuntungan rendah ternyata mampu bertahan menghadapi gempuran saingan dan bahkan bisa dengan cepat memeroleh balik modal usaha laundry sejak didirikan. Beberapa penyebab kebangkrutan itu antara lain:
 
  1. Terlalu jauh menerapkan sisi komersil pada usaha yang seharusnya merupakan bisnis jasa. Walaupun keuntungan merupakan hal yang dicari, sebuah bisnis jasa memiliki sudut pandang yang sedikit berbeda dari bisnis dagang. Pemilik bisnis jasa harus berani mengeluarkan uang dan usaha ekstra untuk mendapatkan konsumen setia sedikit demi sedikit. Banyak pebisnis laundry pemula yang bersemangat melayani sebanyak mungkin konsumen namun tidak memerhatikan kualitas sehingga bisnisnya perlahan ditinggalkan. Hal ini bisa terlihat pada bisnis laundry yang sering dikeluhkan karena kualitas hasil cucinya kurang memuaskan walaupun bisnis tersebut tampak mengesankan.
  2. Tidak memiliki rencana bisnis dan konsep pelayanan matang. Jenis pemilik bisnis laundry semacam ini biasanya tipe yang membuka usaha hanya karena melihat kepopulerannya dan tergiur akan prospek keuntungannya namun tanpa membuat konsep bisnis dan pelayanan yang matang sehingga tidak mampu mempertahankan bisnisnya untuk jangka panjang.
  3. Kurang memperhitungkan faktor teknis mesin-mesin yang mudah rusak atau memakai mesin untuk rumahan sampai dengan penyediaan seperti sumber air yang digunakan. Karena penggunaan air tanah sebagai sumber air usaha laundry telah dilarang, terutama karena kualitas air tanah di berbagai wilayah kota besar Indonesia tidak begitu bagus, pebisnis laundry cuci kering harus menggunakan air PAM atau solusi yang agak mahal berupa tempat penampungan air lengkap dengan penjernih. Banyak pebisnis laundry yang nekad mematok harga sangat murah demi memenangkan persaingan padahal biaya operasionalnya tidak mencukupi sehingga bisnisnya bangkrut tak berapa lama kemudian.

Pada akhirnya, betapapun menggiurkan prospeknya, usaha laundry tetaplah sebuah usaha jasa yang mementingkan kepuasan konsumen di atas marjin keuntungan. Seperti semua usaha jasa lainnya, usaha laundry harus dibangun di atas dasar kepuasan dan kepercayaan konsumen dan bukannya kemampuan dalam melayani sebanyak mungkin konsumen tanpa memikirkan kualitas. Memiliki sedikit pelanggan setia di tahap awal pengelolaan bisnis laundry jauh lebih baik untuk jangka panjang daripada memaksakan diri melayani banyak konsumen namun kemudian kedodoran pada kualitas. Selain itu, memuaskan konsumen akan membuat sebuah usaha laundry menjadi lebih dikenal sekalipun usaha tersebut tidak memaksakan diri memasang tarif yang terlalu rendah.

Sumber: mesinlaundry.com

1 comments:

  1. Bermanfaat sekali bagi para pengusaha laundry yang sedang berusaha...
    Kunjungan balik ke usaha Kemasan Makanan saya ya..

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...