Cara Bersihkan dan Hapus Noda Pada Dasi

Sebuah dasi sering terbuat dari kain halus yang memerlukan perlakuan khusus, tetapi merupakan salah satu item yang paling sering bernoda dalam lemari. Dasi tentunya mahal sehingga Anda ingin melakukan yang terbaik untuk menjaga mereka tampak baik dan lebih tahan lama.

Menghapus Noda

Beberapa cara pemeliharaan dengan noda-blocking, namun, noda hampir tak terelakkan. Ketika tetesan terjadi, celupkan serbet putih bersih ke klub soda dan oleskan pada noda tersebut. Jangan terlalu menekan keras dalam menggosok noda, hal ini mengakibatkan noda akan lebih dalam masuk ke kain. Jika noda berminyak, gunakan bedak, bedak kaki atau baking soda untuk menyerap kelebihan minyak. Ini akan membuat pembersihan tambahan lebih produktif.

Jika dasi berbahan sutra, dry cleaning adalah metode pembersihan yang disukai dan mempertahankan kilap dan halus sutra tersebut. Jangan menekan dasi dalam proses ini karena metode menekan terlalu berat dapat mempengaruhi tepi bulat dari dasi. Jika ditekan terlalu keras, serat justru akan merusak dan dasi akan memiliki tepi berjumbai. Jika Anda memilih untuk handwash atau menggunakan kit drycleaning rumah, hati-hati menggunakan dan cucilah secara lembut.

Menyetrika Dasi
Dasi harus disetrika dengan lembut tanpa banyak kekuatan. Dimulai pada sisi dalam, menekan ringan. Bila Anda menyeterika bagian depan dasi, gunakan kain tipis antara dasi dan setrikaan. Ini akan mencegah kain dari tanda hangus. Jangan menyetrika dasi bernoda karena Anda dapat menetapkan secara permanen.

Jika dasi Anda berkerut dan Anda tidak menyetrikanya, maka hal yang dapat dilakukan adalah menggantung dasi di kamar mandi penuh dengan uap. Uap akan melembutkan serat dan mengurangi keriput.


By Mary Marlowe Leverette, About.com Guide

Tips Menyeterika Celana Panjang

Sering kita lupa bahwa kerapian cara berpakaian seseorang bukan saja hanya dilihat dari bajunya saja. Tetapi kerapian dan cara menyeterika celana panjang yang benar justru tidak kalah pentingnya, bahkan acapkali menjadi faktor penentu penampilannya, berikut akan kami bahas solusinya semoga bermanfaat untuk bisnis/usaha laundry anda.

Cara menyeterika celana panjang yang tidak benar akan menyebabkan rusaknya penampilan pemakaiannya, walau seberapapun mahalnya celana tersebut dibeli. Sebaliknya cara penyeterikaan yang benar dan rapi akan menjadikan tampilan celana panjang tersebut menjadi seperti pakaian high class.
Katagori celana yang rusak karena cara penyeterikaan yang salah adalah :

  1. Ada bagian permukaan yang tampak mengkilat.
  2. Ada bagian permukaan yang menjadi gosong atau hangus bekas terkena seterika.
  3. Ada bagian yang berlobang terkena seterika.

Seperti apa kelihatannya
Yang sering terlihat adalah antara lain :

  1. Ada bagian yang garis seterikanya harus tampak tegas, tetapi justru tidak terlihat atau sebalik.
  2. Pada bagian tertentu permukaan pakaian tampak mengkilat, umumnya dibagian lipatan jahitan.
  3. Ada bagian permukaan pakaian yang masih tampak lecek seperti tidak diseterika.

Yang seringkali terjadi adalah :

1. Kurang mempunyai dasar pengetahuan yang cukup tentang jenis-jenis tekstil dengan segala kondisi dan permasalahannya.
2. Kurang mengetahui teknik dasar cara mempergunakan jenis-jenis seterika dengan benar, misalnya :
  • Mesin wool press atau seterika uap (hand steam iron) digunakan untuk celana yang berjenis bahan wool atau campurannya.
  • Mesin cotton press atau seterika tangan listrik digunakan untuk celana yang berjenis bahan katun, rami, polyester dan sejenisnya.
3. Kurang memahami bagian-bagian celana yang :
  • Perlu harus bergaris tegas dan tidak perlu ada garis pada bagian tertentu.
  • Harus yang harus diseterika uap atau diseterika listrik.
  • Harus diseterika dengan mesin press (wool press atau cotton press) atau diseterika tangan, baik pada bagian tertentu ataupun keseluruhan.

Bagaimana cara mencegahnya
1. Bagian celana panjang yang harus kelihatan tegas garis seterikanya adalah bagian kaki dari mulai pangkal paha kebawah.
2. Bagian celana panjang yang tidak boleh ada garis bekas seterika adalah :
  • Bagian pinggang sampai dengan pangkal paha.
  • Bagian rempel-rempel celana panjang sekitar pinggang atau perut.
3. Gunakan meja seterika dengan segala perlengkapannya sesuai standar. Alas tatakan meja seterika harus cukup membal. Jika buatan pabrik, gunakan meja seterika yang dilengkapi dengan penyedot udara (air vacuum), agar hasil seterika lebih bagus lagi.

Kesimpulannya :
Kualitas hasil seterika yang benar secara dominan akan memberikan kesan yang kuat terhadap kualitas pekerjaan binatu atas celana panjang tersebut secara keseluruhan. Apabila tidak ada seterika uap atau mesin wool press, maka gunakan seterika tangan listrik dengan memakai alas kain bersih yang sebelumnya dibasahi (sekedar lembab saja).

Sumber: mesinlaundry.com

Tips Menyeterika Jas Yang Benar

Sering kita melihat seseorang mengenakan jas atau jacket dari merek atau penjahit  terkenal dengan bahan yang tidak murah, namun nampak seperti jas murahan, hanya karena cara penyeterikaannya yang tidak benar. Berikut akan kami bahas solusinya semoga bermanfaat untuk bisnis/usaha laundry anda.

Jas atau jacket yang kita kenal kebanyakan terbuat dari bahan wool, sutera, katun, rami, polyester, karet juga kulit hewan (leather dan suede). Bahkan ada yang dibuat dari serat tiruan jenis polymer, plastik, karet dsb.

Katagori jas atau jacket yang dianggap rusak karena cara penyeterikaan yang salah adalah bila :
  1. Ada bagian permukaan bahannya yang tampak mengkilat.
  2. Ada bagian permukaan bahannya yang menjadi gosong, lumer atau hangus bekas terkena seterika.
  3. Ada bagian bahannya yang berlobang terkena seterika.

Seperti apa kelihatannya 
Yang sering terlihat adalah antara lain :
  1. Bagian yang seharusnya tidak ada garis seterika, tetapi justru terlihat atau sebalik.
  2. Permukaan bahannya ada yang mengkilat, misalnya dibagian yang ada rempelnya atau yang ada lipatan jahitannya.
  3. Permukaan pakaian ada yang masih tampak lecek seperti tidak diseterika.
  4. Menjadi lumer, gosong bahkan hilang karena seharusnya sama sekali tidak perlu dan tidak boleh diseterika.

Apa Penyebabnya 
Yang seringkali terjadi adalah :

1. Kurang mempunyai dasar pengetahuan yang cukup tentang jenis-jenis tekstil dengan segala kondisi dan permasalahannya.
2. Kurang mengetahui teknik dasar cara mempergunakan jenis-jenis seterika dengan benar, misalnya :
  • Mesin wool press, form finisher atau seterika uap (hand steam iron) digunakan untuk pakaian yang berjenis bahan wool, sutera, acrylic, saten dan sejenisnya juga bahan yang tipis.
  • Mesin cotton press atau seterika tangan listrik digunakan untuk pakaian yang berjenis bahan katun, rami, polyester dan sejenisnya.
  • Sedangkan jas atau jacket yang berbahan karet ataupun plastik dan campurannya, sama sekali tidak boleh diseterika.
3. Kurang memahami pakaian-pakaian yang :
  • Bagian mana yang perlu harus diberi garis tegas dan bagian mana yang tidak perlu ada garis.
  • Harus diseterika uap atau yang perlu hanya diseterika listrik.
  • Harus diseterika dengan mesin press (wool press atau cotton press) atau cukup hanya diseterika tangan, baik pada bagian tertentu ataupun keseluruhan.
  • Tidak perlu diseterika sama sekali, karena justru akan rusak jika diseterika.

Bagaimana Cara Mencegahnya
  1. Bagian jas atau jacket yang harus kelihatan tegas garis seterikanya adalah hanya pada kerah jas bagian bawah, dengan ukuran 3 jari dari kancing jas paling atas.
  2. Seluruh permukaan jas atau jacket, terutama bagian kerah dan lengan tidak boleh ada garis bekas seterika. Jadi kerah jas atau jacket ( terutama bagian atas) secara umum tampak roll tanpa ada garis mati bekas seterika.
  3. Gunakan mesin form finisher (jika memungkinkan), untuk menyeterika jas atau jacket dengan benar.
  4. Gunakan seterika tangan uap atau listrik dimeja seterika dengan segala perlengkapannya sesuai standar. Alas tatakan meja seterika harus cukup empuk. Sebaiknya gunakan meja seterika yang dilengkapi dengan penyedot udara (air vacuum), agar hasil seterika lebih bagus lagi.

Kesimpulannya : 
Kualitas hasil seterika yang benar (terutama dibagian kerah) secara dominan akan memberikan kesan yang kuat terhadap pekerjaan pencucian atas jas atau jacket tersebut secara keseluruhan. Apabila tidak ada seterika uap atau mesin wool press, maka gunakan seterika tangan listrik dengan memakai alas kain bersih yang sebelumnya dibasahi (sekedar lembab saja).

Sumber: mesinlaundry.com

Permasalahan Benang Permadani

Kain yang terbuat dari benang ini terasa lembut, nampak mewah dan teksturnya mirip kain beludru seperti yang sering dipakai membuat sweater tetapi mudah rusak tergores, jika dicuci dengan mesin cuci maka perputaran mesin cucinya harus dikurangi.

Pakaian yang terbuat dari serat benang ini, dapat dicuci drycleaning maupun wetcleaning dengan dimasukkan kedalam kantung jarring cucian (washing net).

Jenis bahan ini sebaiknya diseterika dengan seterika tangan uap atau diseterika dengan mesin seterika uap (wool press). Sedangkan untuk menghilangkan noda-nodanya dapat digunakan spotting chemical yang dipakai juga dalam proses pencucian dryclean, termasuk solvent PCE atau perc (perchloroethylene), pyratex, bon go dsb. yang semua telah kami sediakan.
 
Benang Permadani (Chenille)
Benang permadani (chenille) amat terkait dengan struktur serat benang dan kain dari serat benang buatan manusia. Jenis serat benang yang terbaru mempunyai bulu-bulu halus membentuk semacam benjolan, mirip alat pembersih pipa. “ Chenille “ adalah istilah orang Perancis untuk mengganti sebutan ulat bulu. Serat benang permadani (chenille) dibuat dengan cara memotong jalinan serat benang supaya melengkung atau bergaris-garis memanjang. Pada bagian ujung yang ada belitan serat benang akan menjadi terlepas dan membentuk lingkaran. Benangnya bisa berasal dari jenis apapun kemudian dibuat konstruksi anyaman dan rajutan. Jika lapisan serat benang dipindahkan, maka bagian kain yang seperti jaring atau benang aslinya akan menjadi jelas terlihat.

Kain yang terbuat dari benang ini terasa lembut, nampak mewah dan teksturnya mirip kain beludru seperti yang sering dipakai membuat sweater. Baru-baru ini benang permadani (chenille) juga dipakai sebagai benang jahit disejumlah penjahit pakaian, seperti misalnya untuk menjahit jacket. Jenis benang ini juga digunakan untuk membuat hiasan pada bedspread dan perlengkapan rumah tangga lainnya. Oleh pabrik pembuat tekstil, benang permadani (chenille) juga sering digabungkan dengan satu atau beberapa jenis benang lainnya agar dapat dihasilkan desain sebagaimana yang dikehendaki.
 
Permasalahan
Jika benang permadani (chenille) digunakan untuk merajut secara langsung atau dengan melepas konstruksi jalinannya maka kain akan menjadi sangat terbatas kemampuan daya tahannya. Oleh karena adanya beberapa kelemahan benang permadani (chenille) yang mudah rusak tergores, jika dicuci dengan mesin cuci maka perputaran mesin cucinya harus dikurangi.

    Lapisan permukaan tonjolan hilang : tonjolan yang dibentuk oleh benang tidak tahan lama atau akan kembali menjadi benang lagi, oleh karenanya cenderung lebih baik hindari terjadinya gesekan atau jangan digosok permukaan kain pada saat dipakai. Kondisi ini seperti ini biasanya sering tampak pada bagian ketiak, bagian lingkar leher atau beberapa bagian lainnya. Hilangnya tonjolan tersebut juga bisa diakibatkan karena gesekan mekanis pada saat proses pencucian, sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan yang mudah terlihat setelah proses pencucian.
 
    Sobek/ berlobang : permukaan yang tidak beraturan, seperti tarikan cacing atau kainnya sobek adalah tanda bahwa konstruksi bahannya sudah tidak lagi terjalin rapat. Benang permadani yang sudah tidak bagus kondisinya cenderung akan akan merusak bahan. Kerusakannya mungkin memang karena umur bahan, akan tetapi akan menjadi semakin lebih parah lagi jika mengalami gesekan-gesekan dalam proses pencucian.

Inspeksi
Periksa setiap pakaian yang memakai benang permadani (chenille) dengan meratakan bulu-bulu halusnya, apakah ada lobang, sobek atau ada serat benangnya yang hilang pada bagian sambungan lengan, lekukan-lekukan bagian ujung pakaian, bagian bahu/ pundak, bagian siku dan pada beberapa bagian lain yang telah tergesek atau terkelupas karena dipakai. Catat setiap kelainan kondisi pakaian tersebut dan beritahukan segera kepada pemiliknya.
 
Menghilangkan Noda
Lakukan test terhadap ketahanan warnanya dengan kedua macam obat penghilang noda ( dryside dan wetside ) sebelum melakukan proses penghilangan nodanya. Beberapa serat benang mungkin harus diratakan dengan uap air ( steam ) atau obat penghilang noda jenis yang perlu pembasahan ( wetside agents ), selanjutnya periksa kelainan-kelainan yang terjadi dibanding dengan setelah dispotting.
 
Dry Cleaning
Jika cara jenis pelayanan dryclean ini memang disebutkan pada label instruksi penanganan pakaian tersebut. Pakaian-pakaian dengan serat chenille yang harus dicuci secara drycleaning harus dimasukkan kedalam jaring cuci ( washing net/ net bag).
 
Wet Cleaning
Jika direkomendasikan bahwa dapat dicuci drycleaning, maka ikuti petunjuknya. Jika ternyata setelah dicuci secara drycleaning tetapi warnanya luntur, lakukan proses pencucian sesuai jenis serat benangnya dengan program pencucian khusus.

Prosedur Pencucian Wetcleaning Yang Disarankan
Keadaan Cara
Suhu Air 27ºC – 30ºC
Proses Pencucian 5 – 10 menit dengan gerakan lembut
Pembilasan 2 – 4 menit dengan gerakan lembut
Pemerasan 3 menit – kecepatan tinggi
Pengeringan Letakkan mendatar atau keringkan dengan suhu sekitar 50ºC pada program “ moisture retention “


Jika diperlukan penyeterikaan, gunakan seterika tangan uap dengan tekanan rendah. Hindari tekanan langsung pada bahan jika sedang disemprot lembab dengan uap air, karena bagian kain yang menonjol akan menjadi rata permanen.

Sumber: mesinlaundry.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...