Tips Bertahan Usaha Laundry Di Tengah Pandemi Covid-19


Gambar: hips.hearstapps.com

Pandemi COVID-19 telah merubah pola kebiasan manusia saat ini. Hingga akhir April 2020 tren penyebarannya di Indonesia belum menurun, masih terus merangkak naik. Apalagi saat ini sudah bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri dimana sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia menjalankan ritual mudik atau pulang kampung.

Pemerintah telah melarang keras aktivitas tersebut karena dapat menyulut penyebaran yang tidak terkendali. Oleh karena itu, bijak-bijaklah kita untuk tetap di rumah dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Sudah banyak cerita dampak pandemi COVID-19 secara ekonomi. Pekerja di rumahkan, diliburkan, dan bekerja di rumah, hingga diberhentikan. Seluruh sektor ekonomi kena imbasnya.

Nah, saat ini bagaimana membaca peluang dan bertahan terhadap usaha laundry kita. Selalu ada jalan saat mengalami kesulitan bagi yang berusaha dan berjuang.

Banyaknya orang yang dirumahkan atau bekerja di rumah, memberikan peluang bertambahnya, baik pelangan baru maupun kapasitas yang cucian yang biasa menggunakan jasa laundry. Berikut ini beberapa tips untuk bertahan dan meningkatkan omzet di masa pandemi COVID-19 saat ini.

1. Tingkatkan promosi dan cari pelanggan baru.

Bagi usaha laundry rumahan tentunya tidak terlalu terdampak saat ini, terutama yang memiliki pelanggan di dominasi oleh pelanggan rumahan atau rumah tangga. Nah, pagi usaha laundry dengan pelanggan perusahaan atau perkantoran tentunya terdampak, diliburkannya usaha perusahaan dan perkantoran tentunya libur juga mereka mencucikan jasa laundrynya.

Giat promo melalui media sosial seperti facebook, twitter, telegram channel, grup whatsapp, youtube, dan lain sebagainya. Maksimalkan penggunaan internet. Ciptakan hubungan yang spesial dan pribadi kepada pelanggan lama dan membangun hubungan baru kepada pelanggan baru dapat menciptakan loyalitas pelanggan.

Saat ini, dengan banyaknya orang bekerja di rumah, sehari-hari mereka tidak akan lepas dengan smartphone, manfaatkan kebiasaan ini dengan terus bersentuhan dengan mereka. Ciptakan suasana hangat dan bersahabat sehingga pelanggan tetap memanfaatkan jasa laundry kita.

Jangan lupa untuk memberikan potongan harga atau diskon, baik kepada pelanggan lama maupun baru. Misal, cuci 5 kilogram gratis 1 kilogram. Mencuci 5 kali dengan total cucian hingga 30 kilogram gratis mencuci 5 kilogram, dan masih banyak cara lain untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

2. Terapkan cara dan metode baru.

Sekarang serba daring (online). Orang lebih banyak berdiam diri di rumah dan malas ke luar rumah. Patuh terhadap saran untuk di rumah saja dan tentunya takut tertular COVID-19.

Oleh karena itu, bangun kepercayaan konsumen bahwa usaha laundry kita memperhatikan standar pembatasan sosial dan standar protokol kesehatan dalam penyebaran virus tersebut. Misal, pertama, setiap pakaian atau cucian yang datang sudah dipisahkan dan dibungkus dengan plastik oleh konsumen sendiri sehingga saat datang ke tempat laundry tidak akan banyak orang yang menyentuhnya. Termasuk sudah dipisahkan antara pakaian berwarna dan tidak berwarna untuk menghindari kelunturan. 

Kedua, memastikan kepada konsumen bahwa tahapan pecucian dapat mematikan virus. Seperti penggunaan high consentrate pada deterjen, dicuci dengan air hangat, pengeringan di suhu 70 derajat, dan proses sertrika uap yang panasnya 80 derajat.

Ketiga, seluruh petugas/karyawan atau orang yang terlibat di tempat laundry menggunakan masker dan selalu mencuci tanggannya. Memastikan kepada konsumen selalu melakukan sterilisasi tempat usaha secara rutin, termasuk pada mesin cuci dan pengering.

Keempat, memastikan seluruh proses laundry yang dilakukan selalu terpisah antar konsumennya hingga tahap finishing dan dikemas/selesainya.

Kelima, antar jemput laundry ke masing-masing konsumen. Sistem antar jemput bisa diterapkan berbayar atau gratis sebagai lambang kepuasan konsumen. Layanan gratis antar jemput dapat dibuat kriteria tertentu seperti jarak antar jemput, nominal atau besaran jasa laundry, dan lain sebagainya. Sedangkan berbayar dapat saja bekerjasama dengan transportasi daring seperti gojek atau grab.

Untuk memastikan cara dan metode baru di atas, bisa saja dibuat video singkat untuk dapat dibagikan kepada konsumen bagaimana kita melakukan standar protokol kesehatan di masa pandemi ini.

Simpulannya adalah, ciptakan inovasi terus menerus untuk mempertahankan konsumen dan ciptakan konsumen baru. Semoga badai pandemi ini cepat berlalu dan kita selalu diberikan kesehatan lahir dan bathin. Terima kasih.

Cara Menghilangkan Noda Deodoran Di Baju




Gambar: cdn2.tstatic.net 

Noda deodoran bisa berwarna putih pada baju berwarna dan berwarna kuning pada baju putih. Simak cara menghilangkan noda deodoran di baju dalam artikel ini.

Noda di ketiak baju bisa disebabkan oleh berbagai hal. Warnanya pun tidak selalu kuning, tetapi bisa juga cokelat, biru, hitam, abu-abu, atau jambon tergantung pada penyebab noda, bahan baju, dan warna kain. Salah satu penyebab yang paling umum adalah timbunan deodoran atau antiperspirant di serat-serat kain. Cara menghilangkan bekas deodoran di baju perlu disesuaikan dengan bahan baju dan warna kain.

Noda di ketiak baju akibat timbunan deodoran atau antiperspirant

Noda akibat tumpukan sisa-sisa deodoran atau antiperspirant tampak semakin gelap setiap kali baju dikenakan. Noda semacam ini berwarna kuning atau cokelat pada kain berwarna terang dan berwarna putih kerak kapur pada kain berwarna gelap. Jika ini terjadi pada pakaian Anda, coba tips menghilangkan noda deodorant sebagai berikut:
  • Sikat bagian baju yang bernoda dengan sikat gigi bekas yang dibasahi cuka putih, kemudian bilas dengan air bersih.
  • Jika cara di atas tidak berhasil mengatasi noda, rendam area bernoda di dalam spiritus (methylated spirit/denatured alcohol) selama satu jam. Gantung bagian baju yang tidak bernoda lebih tinggi sehingga spiritus tidak terserap bagian tersebut.
  • Bilas dengan air bersih kemudian cuci seperti biasa memakai mesin cuci dan deterjen cair untuk meluruhkan residu noda dan cairan penghilang noda.

Noda akibat reaksi deodoran/antiperspirant dan bahan baju yang sensitif terhadap zat asam

Perubahan warna pada bagian bawah lengan baju bisa juga disebabkan oleh material baju atau bahan pewarna kain yang sensitif terhadap zat asam. Antiperspirant memiliki pH tinggi atau bersifat asam. Sayang sekali, tidak semua baju diproduksi dengan bahan yang tahan dipakai sehari-hari bersamaan dengan pemakaian antiperspirant. Reaksi antara antiperspirant dan bahan pewarna kain yang sensitif terhadap asam bisa menimbulkan perubahan warna pada bagian ketiak baju. Noda berwarna biru atau jambon umum terjadi dan dalam banyak kasus bersifat permanen. Perubahan warna tersebut kadang masih bisa diatasi dengan cara mencuci bagian tersebut memakai deterjen lembut walaupun hasilnya sulit dipastikan. Anda mungkin perlu jasa penatu profesional yang memiliki keahlian memulihkan warna kain bernoda.

Peringatan ketika menghilangkan noda deodoran di baju

Bahan-bahan penghilang noda deodoran yang disebutkan dalam artikel ini perlu digunakan secara hati-hati, baik demi keselamatan Anda sendiri maupun demi keselamatan baju yang ditangani. Spiritus bersifat mudah terbakar. Ikuti aturan pakai pada label kemasannya, kenakan sarung tangan karet untuk menghindari kemungkinan reaksi alergi alkohol, dan gunakan di ruang yang berventilasi udara baik.
Bahan apa pun yang Anda pakai, tes terlebih dulu di bagian baju yang tersembunyi. Hentikan pemakaian jika terjadi pemudaran warna kain. Berikut ini salah satu cara mengetes bahan penghilang noda untuk mengetahui apakah warna kain antiluntur atau tidak.
  • Basahi bagian kecil tersembunyi, misalnya jahitan bagian bawah sisi dalam baju, dengan bahan yang akan Anda pakai.
  • Tutup bagian tersebut dengan selembar kain putih.
  • Setrika kain putih tersebut.
  • Jika warna kain baju berpindah ke kain putih, maka kain baju tersebut tidak antiluntur sehingga Anda perlu menghentikan pemakaian bahan tersebut.
Selain itu, baca petunjuk perawatan pada label pakaian Anda dan hindari pemakaian bahan-bahan di atas pada kain sutra dan wol.

Tips mencegah noda deodoran di baju

Guna memperkecil risiko noda di baju, kami menganjurkan Anda membiarkan deodoran atau antiperspirant hingga kering sebelum Anda mengenakan baju. Hindari mengoleskan atau menyemprotkan deodoran atau antiperspirant setelah Anda mengenakan baju. Segera terapkan salah satu cara menghilangkan bekas deodoran di baju sebagaimana dibahas di atas ketika Anda menemukan tanda-tanda noda di bagian ketiak baju.

Sumber dan Foto : www.cleanipedia.com

Cara Menghilangkan Noda Tinta Pada Pakaian


Cara Menghilangkan Noda Getah Dan Sari Buah Dari Pakaian


Kekhawatiran terhadap noda buah semestinya tidak menghentikan konsumsi buah yang penuh manfaat. Simak cara menghilangkan noda buah dalam artikel ini.

Cara Memakai Mesin Cuci


Mengetahui cara menggunakan mesin cuci secara benar tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga menghemat tenaga, air, dan uang. Simak panduannya di sini. 


Poin-poin kunci:
  1.     Percayakan pemasangan mesin cuci baru Anda kepada jasa profesional
  2.     Selalu patuhi instruksi perawatan pakaian agar tidak merusaknya
  3.     Biarkan pintu mesin cuci Anda terbuka setelah digunakan untuk mencegah jamur tumbuh di dalamnya

Sekali Anda mempelajari cara memakai mesin cuci secara mendasar, selanjutnya Anda tidak akan lagi menemui kesulitan yang berarti. Artikel ini membahas proses apa saja yang dilalui dalam pengoperasian mesin cuci dan membantu Anda memakai mesin cuci secara benar.

Jika Anda baru saja membeli mesin cuci pertama Anda, wajar saja jika Anda memiliki banyak pertanyaan tentang cara pemakaiannya untuk mendapatkan hasil terbaik. Jangan khawatir, kami telah merangkum beberapa informasi berguna untuk Anda.

Cara mencuci dengan mesin cuci

Mesin cuci otomatis mempermudah segalanya. Anda cukup memasukkan pakaian ke dalam tabung mesin cuci, menambahkan deterjen, dan memilih siklus yang sesuai.

Mesin cuci semi otomatis juga merupakan peralatan yang bisa menghemat tenaga untuk setiap rumah tangga. Dengan tipe ini, Anda masih memiliki banyak kendali atas prosesnya. Masukkan pakaian kotor, tambahkan deterjen dalam takaran yang sesuai dan air bersih, kemudian mesin cuci akan mulai mengguncang-guncang pakaian Anda untuk melepaskan kotoran dari serat-seratnya. Meskipun demikian, ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan. Baca tips mesin cuci berikut ini untuk mengetahui secara rinci cara menggunakan mesin cuci.
Langkah-langkah menggunakan mesin cuci

Untuk mesin cuci otomatis, masukkan pakaian kotor dan deterjen ke dalam tabung mesin cuci. Rinso memiliki banyak pilihan deterjen untuk membantu menghilangkan berbagai jenis noda dan kotoran.

Jika Anda menggunakan mesin cuci bukaan atas otomatis, sesuai instruksi manual yang diterbitkan produsen, tambahkan deterjen ke dalam laci mesin cuci. Pilih pengaturan yang sesuai dengan jenis pakaian, lalu mesin cuci akan mengerjakan proses selanjutnya.

Untuk pencucian pakaian menggunakan mesin cuci semi otomatis, ikuti langkah-langkah berikut ini. Buku petunjuk penggunaan berisi banyak tips mesin cuci yang bermanfaat, jadi bacalah terlebih dulu dan ikuti petunjuk yang diberikan. Sebagai awal, percayakan pemasangan mesin cuci kepada pihak yang ditunjuk oleh produsen mesin cuci Anda. Setelah mesin cuci siap dipakai,


  1.     Masukkan pakaian kotor dan deterjen ke dalam tabung mesin cuci.
  2.     Isi tabung dengan air bersuhu sesuai kebutuhan. Untuk menentukan volume air yang sesuai, mengaculah pada buku manual mesin cuci.
  3.     Jalankan siklus pencucian. Semakin banyak muatan mesin cuci, semakin panjang pula waktu yang diperlukan untuk mencucinya.
  4.     Setelah siklus pencucian selesai, keluarkan airnya melalui selang yang tersedia pada bagian belakang mesin. Isi kembali tabungnya dengan air bersih, lalu jalankan siklus pembilasan.
  5.     Seusai siklus pembilasan, pakaian Anda semestinya sudah bersih. Pada mesin cuci semi otomatis, pindahkan cucian dari drum pencucian ke dalam drum sebelahnya untuk membuang sisa-sisa air berlebihan yang terserap kain.
  6.     Segera keluarkan cucian dari mesin cuci dan gantung untuk mengeringkannya.

Pengaturan umum mesin cuci

Kebanyakan mesin cuci hadir dengan sejumlah pilihan pengaturan. Baca petunjuk cara mencuci pakaian dengan mesin cuci pada label masing-masing pakaian guna mengetahui siklus mana yang sesuai. Pengaturan ini antara lain untuk pakaian yang menyebutkan ‘hand wash only’ atau ‘delicates’ pada labelnya. Kedua jenis pakaian ini sebaiknya dicuci menggunakan air dingin dan deterjen lembut.

Siklus pencucian normal bisa dipakai untuk kain-kain yang lebih kuat, misalnya katun atau poliester. Gunakan air hangat bersuhu 60C-90C untuk mencuci pakaian putih. Sedangkan pakaian berwarna sebaiknya dicuci terpisah dari pakaian putih pada suhu 30C-40C.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap tentang cara kerja mesin cuci, situs Rinso bisa Anda jadikan acuan.

Kiat perawatan mesin cuci: Selesai menggunakan mesin cuci, biarkan pintunya terbuka sehingga bagian dalamnya bisa mengering secara alami. Jamur bisa tumbuh pada permukaan dalam tabung mesin cuci yang lembab dan tertutup.

Sumber & Foto: www.cleanipedia.com

Cara Bersihkan dan Hapus Noda Pada Dasi



Sebuah dasi sering terbuat dari kain halus yang memerlukan perlakuan khusus, tetapi merupakan salah satu item yang paling sering bernoda dalam lemari. Dasi tentunya mahal sehingga Anda ingin melakukan yang terbaik untuk menjaga mereka tampak baik dan lebih tahan lama.

Menghapus Noda

Beberapa cara pemeliharaan dengan noda-blocking, namun, noda hampir tak terelakkan. Ketika tetesan terjadi, celupkan serbet putih bersih ke klub soda dan oleskan pada noda tersebut. Jangan terlalu menekan keras dalam menggosok noda, hal ini mengakibatkan noda akan lebih dalam masuk ke kain. Jika noda berminyak, gunakan bedak, bedak kaki atau baking soda untuk menyerap kelebihan minyak. Ini akan membuat pembersihan tambahan lebih produktif.

Jika dasi berbahan sutra, dry cleaning adalah metode pembersihan yang disukai dan mempertahankan kilap dan halus sutra tersebut. Jangan menekan dasi dalam proses ini karena metode menekan terlalu berat dapat mempengaruhi tepi bulat dari dasi. Jika ditekan terlalu keras, serat justru akan merusak dan dasi akan memiliki tepi berjumbai. Jika Anda memilih untuk handwash atau menggunakan kit drycleaning rumah, hati-hati menggunakan dan cucilah secara lembut.

Menyetrika Dasi
Dasi harus disetrika dengan lembut tanpa banyak kekuatan. Dimulai pada sisi dalam, menekan ringan. Bila Anda menyeterika bagian depan dasi, gunakan kain tipis antara dasi dan setrikaan. Ini akan mencegah kain dari tanda hangus. Jangan menyetrika dasi bernoda karena Anda dapat menetapkan secara permanen.

Jika dasi Anda berkerut dan Anda tidak menyetrikanya, maka hal yang dapat dilakukan adalah menggantung dasi di kamar mandi penuh dengan uap. Uap akan melembutkan serat dan mengurangi keriput.


By Mary Marlowe Leverette, About.com Guide

Tips Menyeterika Celana Panjang



Sering kita lupa bahwa kerapian cara berpakaian seseorang bukan saja hanya dilihat dari bajunya saja. Tetapi kerapian dan cara menyeterika celana panjang yang benar justru tidak kalah pentingnya, bahkan acapkali menjadi faktor penentu penampilannya, berikut akan kami bahas solusinya semoga bermanfaat untuk bisnis/usaha laundry anda.

Cara menyeterika celana panjang yang tidak benar akan menyebabkan rusaknya penampilan pemakaiannya, walau seberapapun mahalnya celana tersebut dibeli. Sebaliknya cara penyeterikaan yang benar dan rapi akan menjadikan tampilan celana panjang tersebut menjadi seperti pakaian high class.
Katagori celana yang rusak karena cara penyeterikaan yang salah adalah :

  1. Ada bagian permukaan yang tampak mengkilat.
  2. Ada bagian permukaan yang menjadi gosong atau hangus bekas terkena seterika.
  3. Ada bagian yang berlobang terkena seterika.

Seperti apa kelihatannya
Yang sering terlihat adalah antara lain :

  1. Ada bagian yang garis seterikanya harus tampak tegas, tetapi justru tidak terlihat atau sebalik.
  2. Pada bagian tertentu permukaan pakaian tampak mengkilat, umumnya dibagian lipatan jahitan.
  3. Ada bagian permukaan pakaian yang masih tampak lecek seperti tidak diseterika.

Yang seringkali terjadi adalah :

1. Kurang mempunyai dasar pengetahuan yang cukup tentang jenis-jenis tekstil dengan segala kondisi dan permasalahannya.
2. Kurang mengetahui teknik dasar cara mempergunakan jenis-jenis seterika dengan benar, misalnya :
  • Mesin wool press atau seterika uap (hand steam iron) digunakan untuk celana yang berjenis bahan wool atau campurannya.
  • Mesin cotton press atau seterika tangan listrik digunakan untuk celana yang berjenis bahan katun, rami, polyester dan sejenisnya.
3. Kurang memahami bagian-bagian celana yang :
  • Perlu harus bergaris tegas dan tidak perlu ada garis pada bagian tertentu.
  • Harus yang harus diseterika uap atau diseterika listrik.
  • Harus diseterika dengan mesin press (wool press atau cotton press) atau diseterika tangan, baik pada bagian tertentu ataupun keseluruhan.

Bagaimana cara mencegahnya
1. Bagian celana panjang yang harus kelihatan tegas garis seterikanya adalah bagian kaki dari mulai pangkal paha kebawah.
2. Bagian celana panjang yang tidak boleh ada garis bekas seterika adalah :
  • Bagian pinggang sampai dengan pangkal paha.
  • Bagian rempel-rempel celana panjang sekitar pinggang atau perut.
3. Gunakan meja seterika dengan segala perlengkapannya sesuai standar. Alas tatakan meja seterika harus cukup membal. Jika buatan pabrik, gunakan meja seterika yang dilengkapi dengan penyedot udara (air vacuum), agar hasil seterika lebih bagus lagi.

Kesimpulannya :
Kualitas hasil seterika yang benar secara dominan akan memberikan kesan yang kuat terhadap kualitas pekerjaan binatu atas celana panjang tersebut secara keseluruhan. Apabila tidak ada seterika uap atau mesin wool press, maka gunakan seterika tangan listrik dengan memakai alas kain bersih yang sebelumnya dibasahi (sekedar lembab saja).

Sumber: mesinlaundry.com

Tips Menyeterika Jas Yang Benar



Sering kita melihat seseorang mengenakan jas atau jacket dari merek atau penjahit  terkenal dengan bahan yang tidak murah, namun nampak seperti jas murahan, hanya karena cara penyeterikaannya yang tidak benar. Berikut akan kami bahas solusinya semoga bermanfaat untuk bisnis/usaha laundry anda.

Jas atau jacket yang kita kenal kebanyakan terbuat dari bahan wool, sutera, katun, rami, polyester, karet juga kulit hewan (leather dan suede). Bahkan ada yang dibuat dari serat tiruan jenis polymer, plastik, karet dsb.

Katagori jas atau jacket yang dianggap rusak karena cara penyeterikaan yang salah adalah bila :
  1. Ada bagian permukaan bahannya yang tampak mengkilat.
  2. Ada bagian permukaan bahannya yang menjadi gosong, lumer atau hangus bekas terkena seterika.
  3. Ada bagian bahannya yang berlobang terkena seterika.

Seperti apa kelihatannya 
Yang sering terlihat adalah antara lain :
  1. Bagian yang seharusnya tidak ada garis seterika, tetapi justru terlihat atau sebalik.
  2. Permukaan bahannya ada yang mengkilat, misalnya dibagian yang ada rempelnya atau yang ada lipatan jahitannya.
  3. Permukaan pakaian ada yang masih tampak lecek seperti tidak diseterika.
  4. Menjadi lumer, gosong bahkan hilang karena seharusnya sama sekali tidak perlu dan tidak boleh diseterika.

Apa Penyebabnya 
Yang seringkali terjadi adalah :

1. Kurang mempunyai dasar pengetahuan yang cukup tentang jenis-jenis tekstil dengan segala kondisi dan permasalahannya.
2. Kurang mengetahui teknik dasar cara mempergunakan jenis-jenis seterika dengan benar, misalnya :
  • Mesin wool press, form finisher atau seterika uap (hand steam iron) digunakan untuk pakaian yang berjenis bahan wool, sutera, acrylic, saten dan sejenisnya juga bahan yang tipis.
  • Mesin cotton press atau seterika tangan listrik digunakan untuk pakaian yang berjenis bahan katun, rami, polyester dan sejenisnya.
  • Sedangkan jas atau jacket yang berbahan karet ataupun plastik dan campurannya, sama sekali tidak boleh diseterika.
3. Kurang memahami pakaian-pakaian yang :
  • Bagian mana yang perlu harus diberi garis tegas dan bagian mana yang tidak perlu ada garis.
  • Harus diseterika uap atau yang perlu hanya diseterika listrik.
  • Harus diseterika dengan mesin press (wool press atau cotton press) atau cukup hanya diseterika tangan, baik pada bagian tertentu ataupun keseluruhan.
  • Tidak perlu diseterika sama sekali, karena justru akan rusak jika diseterika.

Bagaimana Cara Mencegahnya
  1. Bagian jas atau jacket yang harus kelihatan tegas garis seterikanya adalah hanya pada kerah jas bagian bawah, dengan ukuran 3 jari dari kancing jas paling atas.
  2. Seluruh permukaan jas atau jacket, terutama bagian kerah dan lengan tidak boleh ada garis bekas seterika. Jadi kerah jas atau jacket ( terutama bagian atas) secara umum tampak roll tanpa ada garis mati bekas seterika.
  3. Gunakan mesin form finisher (jika memungkinkan), untuk menyeterika jas atau jacket dengan benar.
  4. Gunakan seterika tangan uap atau listrik dimeja seterika dengan segala perlengkapannya sesuai standar. Alas tatakan meja seterika harus cukup empuk. Sebaiknya gunakan meja seterika yang dilengkapi dengan penyedot udara (air vacuum), agar hasil seterika lebih bagus lagi.

Kesimpulannya : 
Kualitas hasil seterika yang benar (terutama dibagian kerah) secara dominan akan memberikan kesan yang kuat terhadap pekerjaan pencucian atas jas atau jacket tersebut secara keseluruhan. Apabila tidak ada seterika uap atau mesin wool press, maka gunakan seterika tangan listrik dengan memakai alas kain bersih yang sebelumnya dibasahi (sekedar lembab saja).

Sumber: mesinlaundry.com